part 4
Rindukan Awan
Pengharapan semu
(Karya: Susi Agustina)
Bila ku renungi & ku pandangi awan....
Ku tatap indahmu di persada langit biru,
Ceria mu di tabir sinar mentari,
Namun Indahmu tak tergapai seutuhnya oleh ku.
Ingin ku dekap tak jua ku peroleh,
Namun hembusan bayu mu,
Lembut membelai pipi ku,
Dan itu cukup bermakna untukku.
Pabila titisan mu membasahi bumi,
Haus dahaga ku sejenak sirna krn hadirmu,
Mampu lepaskan penatku walau sesaat,
Sampai aku sadari,rintikmu bagai buaian semu.
Lalu Kau kembali pada kodratmu,
Menaungi yang lain bukan hnya diriku,
menyegarkan yg lain bkn hnya utkku,
gemericikmu masih indah ku rasakan,
Sampai batas wktu yg tidak bisa ditentukan.
Minggu, 15 Maret 2015
kelemahan dalam kekuatan
part 3
KELEMAHAN DALAM KEKUATAN
(Karya:Susi Agustina)
Butiran kristal-kristal indah,
Tlh mengalir dr kedua kelopak mata,
Dan menyentuh pilar2 dihati,
lalu ia membeku tatkala nafas akn pada batas'y,
namun tersentak saat jiwa msih meronta.
Malam indahpun menguatkan rindu,
tuk katakan hrs kmbali bersua esok,
petapa baru tersadar di bathin,
Bhwa detik-Mu penuhlah makna.
Bilakah esok semua kan bermuara,
namun tidak sebagai mataforgana,
Yg hnya sesaat menguatkan iman,
Lalu kmbali menguap tatkala asa terhempas,
sungguhpun itu adalah jalan-Mu,
Apapun akan di pertaruhkan,
Selama -Kau slalu taburkan Kekuatan2,
Karna asa kan slalu mengejar Rembulan-Mu Tuhan....
1 Oktober 2014
NB: Arti puisi itu adalah "seseorang yg sudah terlanjur sakit,marah,sedih dan kecewa mendalam,lalu dia kehilangan iman utk mengakhiri hidupnya,namun ia baru tersadar bhwa esok msh byk harapan2 indah...dan dia mohon pd tuhan agar slalu memberikan kekuatan2 lalu dia urungkan niatnya itu,dan akan kembali menjalani hidupnya,krn dia msh pnya byk harapan yg blm dicapainya..."
KELEMAHAN DALAM KEKUATAN
(Karya:Susi Agustina)
Butiran kristal-kristal indah,
Tlh mengalir dr kedua kelopak mata,
Dan menyentuh pilar2 dihati,
lalu ia membeku tatkala nafas akn pada batas'y,
namun tersentak saat jiwa msih meronta.
Malam indahpun menguatkan rindu,
tuk katakan hrs kmbali bersua esok,
petapa baru tersadar di bathin,
Bhwa detik-Mu penuhlah makna.
Bilakah esok semua kan bermuara,
namun tidak sebagai mataforgana,
Yg hnya sesaat menguatkan iman,
Lalu kmbali menguap tatkala asa terhempas,
sungguhpun itu adalah jalan-Mu,
Apapun akan di pertaruhkan,
Selama -Kau slalu taburkan Kekuatan2,
Karna asa kan slalu mengejar Rembulan-Mu Tuhan....
1 Oktober 2014
NB: Arti puisi itu adalah "seseorang yg sudah terlanjur sakit,marah,sedih dan kecewa mendalam,lalu dia kehilangan iman utk mengakhiri hidupnya,namun ia baru tersadar bhwa esok msh byk harapan2 indah...dan dia mohon pd tuhan agar slalu memberikan kekuatan2 lalu dia urungkan niatnya itu,dan akan kembali menjalani hidupnya,krn dia msh pnya byk harapan yg blm dicapainya..."
ingin ku melepasmu,wahai deritaku
part 2
Ingin ku melepasmu
Wahai Derita
(Karya: Susi Agustina)
Wahai engkau deritaku
Mengapa tiada niat kau pergi dr ku
Aku sudah lelah ditemanimu
Hidupku terasa berat stiap saat
Hingga ku kadang putus harapan
Putus cita-cita indah
Dan putus sgala-gala nya....
Kdg Sejenak ku merasakan kebahagiaan
Bisa tertawa atau tersenyum lepas
Namun engkau kmbali dtg menyapaku
Lalu Kembali ku dirundung kemelut
Hingga lemah tak berdaya aku dibuatmu
Aku kesakitan sekali...!!
Aku menderita tiada tara..!!
Aku sungguh-sungguh sdh tak tahan.!!
Aku ingin berlari pergi menjauhimu..!!
Mungkin Gunung tinggi, gemuruh ombak...
Kobaran api atau bhkan jurang curampun
Jauh lebih menakutkan engkau yg ku lihat
Wahai derita ku...!!!
Pelupuk mata ini sudah nanar skali,
Setiap saat selalu mnjadi lintasan,
Saat airmata sdh tak mampu lg ku tahan,
Hingga terasa kosong&hampa hidupku ini
Aku ingin merdeka kan hidupku
Aku sakit menjalani hidup ini
Aku sakit aku sakit aku sakit....!!!
Tuhan adakah cara lain agar aku bisa hidup
Di dlm ketenangan dan kedamaian???
Tunjukkan padaku Tuhan....!
Tunjukkanlah...! Sebelum aku kehilangan..
Kehilangan iman di dada ku ini..
Ku mohon Tuhan....!!??
Ingin ku melepasmu
Wahai Derita
(Karya: Susi Agustina)
Wahai engkau deritaku
Mengapa tiada niat kau pergi dr ku
Aku sudah lelah ditemanimu
Hidupku terasa berat stiap saat
Hingga ku kadang putus harapan
Putus cita-cita indah
Dan putus sgala-gala nya....
Kdg Sejenak ku merasakan kebahagiaan
Bisa tertawa atau tersenyum lepas
Namun engkau kmbali dtg menyapaku
Lalu Kembali ku dirundung kemelut
Hingga lemah tak berdaya aku dibuatmu
Aku kesakitan sekali...!!
Aku menderita tiada tara..!!
Aku sungguh-sungguh sdh tak tahan.!!
Aku ingin berlari pergi menjauhimu..!!
Mungkin Gunung tinggi, gemuruh ombak...
Kobaran api atau bhkan jurang curampun
Jauh lebih menakutkan engkau yg ku lihat
Wahai derita ku...!!!
Pelupuk mata ini sudah nanar skali,
Setiap saat selalu mnjadi lintasan,
Saat airmata sdh tak mampu lg ku tahan,
Hingga terasa kosong&hampa hidupku ini
Aku ingin merdeka kan hidupku
Aku sakit menjalani hidup ini
Aku sakit aku sakit aku sakit....!!!
Tuhan adakah cara lain agar aku bisa hidup
Di dlm ketenangan dan kedamaian???
Tunjukkan padaku Tuhan....!
Tunjukkanlah...! Sebelum aku kehilangan..
Kehilangan iman di dada ku ini..
Ku mohon Tuhan....!!??
Sesuatu yang Hilang, Airmata
Sesuatu Yang Hilang
AIRMATA
(Karya: Susi Agustina)
Malam slalu pekat di bayangi mendung,
Seikat hati tlah layu tehimpit sendu,
Jiwa yg hampa berikan kesemuan,
Sorot mata kosong menatap tiada arti.
Pedihnya hati terasa sirna seketika,
Tatkala bayangmu muncul tatap laraku,
Mnghanyutkan asa,yg kini dlm kegundahan,
Ku terkesima,bibir terkatup lepaslah senyum,
Ku bangkit,ku gapai, ku raba bayangmu,
Ku sentuh,Ku peluk,ku raih ragamu.
Namun ku kmbali terjatuh,ku terhempas,
Ku terduduk lemah,Ku tak berdaya,
Diantara himpitan hati yg membeku,
Kembali Ku lepas tangis menyanyat hati,
ilusi mu kmbli hadir,tanda kaupun merindukan.
Aku lupa Engkau dimana sekarang,
Tiada saat sedetikpun yg terlewati,
Untukku slalu berharap kau kan kmbali,
Mengayam indah kerinduan kita,
Menyulam indah kasih sayang kita,
Menghentikan semua kenyataan kita,
Dan melanjutkan semua impian2 kita.
Ku merindukan smua tentangmu,
Ku merindukan smua yg ada padamu,
Ku lemah tiada arti tanpamu,
Ku mati rasa utk apapun yg ada didepanku.
Biarkanlah aku slalu larut dlm ilusiku,
Fatamorgana kan slalu setia temaniku,
Walaupun berakhir dgn tangis laraku,
Namun sejenak ku terlena bayang indahmu.
Masa dan waktu mmng tdk berpihak,
Padaku padamu pada kita berdua,
Namun keabadian tlah mengikat kuat,
hati yg Sejati tlah terbingkai indah,
Dan Hanyalah Tuhan yg kuasa memilikimu.
AIRMATA
(Karya: Susi Agustina)
Malam slalu pekat di bayangi mendung,
Seikat hati tlah layu tehimpit sendu,
Jiwa yg hampa berikan kesemuan,
Sorot mata kosong menatap tiada arti.
Pedihnya hati terasa sirna seketika,
Tatkala bayangmu muncul tatap laraku,
Mnghanyutkan asa,yg kini dlm kegundahan,
Ku terkesima,bibir terkatup lepaslah senyum,
Ku bangkit,ku gapai, ku raba bayangmu,
Ku sentuh,Ku peluk,ku raih ragamu.
Namun ku kmbali terjatuh,ku terhempas,
Ku terduduk lemah,Ku tak berdaya,
Diantara himpitan hati yg membeku,
Kembali Ku lepas tangis menyanyat hati,
ilusi mu kmbli hadir,tanda kaupun merindukan.
Aku lupa Engkau dimana sekarang,
Tiada saat sedetikpun yg terlewati,
Untukku slalu berharap kau kan kmbali,
Mengayam indah kerinduan kita,
Menyulam indah kasih sayang kita,
Menghentikan semua kenyataan kita,
Dan melanjutkan semua impian2 kita.
Ku merindukan smua tentangmu,
Ku merindukan smua yg ada padamu,
Ku lemah tiada arti tanpamu,
Ku mati rasa utk apapun yg ada didepanku.
Biarkanlah aku slalu larut dlm ilusiku,
Fatamorgana kan slalu setia temaniku,
Walaupun berakhir dgn tangis laraku,
Namun sejenak ku terlena bayang indahmu.
Masa dan waktu mmng tdk berpihak,
Padaku padamu pada kita berdua,
Namun keabadian tlah mengikat kuat,
hati yg Sejati tlah terbingkai indah,
Dan Hanyalah Tuhan yg kuasa memilikimu.
Langganan:
Postingan (Atom)